MEMBUAT LARUTAN DESINFEKTAN Pengertian Menyiapkan/membuat larutan desinfektan sesuai ketentuan . Tujuan Menyediakan larutan desinfektan yang dapat digunakan secara tetap guna dan aman serta dalam keadaan siap pakai. Jenis desinfektan Sabun yang mempunyai daya antiseptic, misalnya Asepso, sopoderm Risol Kreolin Salvon PK Permanganas Kalikus Betadin Cara pembuatan 1 Cara membuat larutan sabun Kegunaan Mencuci tangan dan peralatan, seperti alat tenun, logam, kaca, karet/plastic, kayu bercat dan yang berlapis formika. Persiapan alat Sabun padat, sabun krim, atau sabun cair Gelas ukur/spuit Timbangan jika ada Pisau atau sendok makan Alat pengaduk Air panas/hangat dalam tempatnya Ember/baskom Prosedur pelaksanaan 1. Membuat larutan dari sabun padat/krim Masukkan sabun padat sekurang-kurangnya 4 gram ke dalam ember berisi 1 liter air panas/hangat lalu aduk sampai larut. 2. Membuat larutan dari sabun cair Campurkan 3 cc sabun cair ke dalam eber berisi 1 liter air hangat, kemudian aduk sampai rata. 2 Cara membuat larutan lisol dan kreolin Kegunaan Lisol 0,5% Memcuci tangan. Lisol 1% Disinfeksi peralatan perawatan/ kedokteran. Lisol 2-3% Merendam peralatan yang digunakan pasien pengidap penyakit menular, selama 24 jam. Kreolin 0,5% Mendesinfeksi lantai. Kreolin 2% Mendesinfeksi lantai kamar mandi/ WC/spulhok. Persiapan alat Larutan lisol Gelas ukur Ember berisi air Ember/baskom Kreolin Prosedur pelaksanaan 1. Membuat larutan lisol/kreolin Campurkan 5 cc lisol/kreolin ke dalam 1 liter air. 2. Membuat larutan lisol/kreolin 2% sampai 3% Campurkan 20 cc sampai 30 cc lisol/kreolin ke dalam 1 liter air. 3 Cara membuat larutan savlon Kegunaan Savlon 0,5% Mencuci tangan. Savlon 1% Merendam peralatan perawatan/kedokteran. Persiapan alat Savlon Gelas ukur Ember atau baskom Ember berisi air secukupnya Prosedur pelaksanaan 1. Membuat larutan savlon 0,5% Campurkan 5 cc savlon ke dalam 1 liter air. 2. Membuat larutan savlon 1% Campurkan 10 cc savlon ke dalam 1 liter air. 4 Cara membuat larutan PK Rumus Keterangan V1 Jumlah pelarut air yang sudah diketahui V2 Jumlah pelarut air yang dicari K1 Kosentrasi PK yang tersedia K2 Kosentrasi PK yang dibutuhkan 1/4000 PERTIMBANGAN KHUSUS PEMBERIAN OBAT PADA KELOMPOK USIA TERTENTU BAYI, ANAK-ANAK DAN LANSIA BAYI DAN ANAK Dosis untuk anak lebih rendah dari pada dosis pada dewasa, sehingga perhatian khusus perlu di berikan dalam menyiapkan obat untuk anak. Obat biasanya tidak disiapkan dan di kemas dalam rentang dosis yang di standarisasi untuk anak. Orang tua adalah sumber yang berharga dalam mempelajari cara terbaik pemberian obat pada anak. Kadang kala troma pada anak berkurang, jika orang tua yang memberikan obat dan perawat mengawasinya. Supaya anak kooperatif, perawatan diperlukan yang suportif. Perawat menjelaskan prosedur kepada anak, menggunakan kata-kata yang pendek dan sederhana, yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Jika anak dan orang tuanya dapat dilibatkan, perawat kemungkinan akan lebih berhasil dalam memberikan obat. Misalnya, katakan “sekarang waktunya minum pil mu. Kamu ingin air atau jus?” Izinkan anak menetapkan pilihan. Setelah obat diberikan, perawat dapat member pujian kepada anak atau menawarkan hadiah kecil, misalnya lambang bintang atau mata uang. LANSIA Individu berusia lebih dari 65 tahun merupakan pengguna obat terbanyak Ebersole, Hess, 1994. Perawat yang member obat kepada lansia harus mencermati 5 pola penggunaan obat oleh klien lansia sebagaimana yang diidentifikasi Ebersole, Hess, 1994. 1. Polifarmasi. Artinya klien menggunakan banyak obat, yang diprogramkan atau tidak, sebagai upaya mengatasi beberapa gangga secara bersamaan. Apabila ini terjadi, ada risiko interaksi obat dengan obat lain dan makanan. Klien juga memiliki risiko lebih besar untuk mengalami reaksi yangmerugikan terhadap pengobatan. 2. Meresepkan obat sendiri self-prescribing of medication. Berbagai gejala dapat di alami oleh klien lansia, misalnya nyeri, konstipasi, insomnia dan ketidak mampuan mencerna. 3. Obat yang dijual bebas. Obat yang di jual bebas di gunakan oleh 75% lansia untuk meredakan gejala. 4. Pengguna obat yang salah misuse. Bentuk-bentuk penggunaan obat-obat yang salah oleh lansia antara lain penggunaan berlebihan overuse, penggunaan yang kurang underuse, penggunaan yang teratur eratic use, dan penggunaan yang kontraindikasikan. 5. Ketidakpatuhan noncomplianse. Ketikpatuhan didefinisikan sebagai penggunaan obat yang salah secara disengaja. Dari semua populasi lansia 75% diantaranya tidak mematuhi program pengobatan secara sengaja dengan mengubah dosis obat karena obat dirasa tidak efektif atau efek samping obat tersebut membuat lansia tidak nyaman.
Bakharus direndam dan dicuci terlebih dahulu dengan air tawar. Bak dapat pula dilapisi dengan Penggunaan blower adalah cara yang paling umum digunakan dalam suatu usaha pembenihan. 1 14 Cara Mudah Produksi Benih Kerapu Skala Rumah dengan kebutuhan listrik dari peralatan yang digunakan. 1 15 Cara Mudah Produksi Benih Kerapu Skala Rumah
Verified answer Larutan yang digunakan untuk merendam peralatan pada budidaya ikan hias adalah A. Kaporit. Larutan kaporit dapat membunuh kuman yang terdapat pada peralatan yang digunakan. Sehingga tidak akan mencemari air yang digunakan untuk budidaya ikan yang bisa diberikan untuk anak ikan berumur hingga 5 hari adalah D. Moina. Ikan yang baru menetas biasanya memiliki cadangan makanan yang bisa bertahan hingga beberapa hari ke depan. Ketika cadangan makanan tersebut habis kita bisa memberikan makanan Soal-soal diatas merupakan soal-soal mengenai budidaya ikan, baik ikan hias maupun ikan untuk bahan pangan. Dalam menjalankan usaha budidaya ikan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, hal-hal tersebut adalahTempat dimana kita akan memulai budidaya ikan kitaBenih ikan, apakah akan beternak ikan hias atau ikan lainnyaKualitas air, kualitas air yang baik akan membuat ikan sehat dan tumbuh dengan pakan ikan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan. Dari beberapa hal diatas, hendaknya semua bisa dipenuhi. Apabila tidak terpenuhi dikhwatirkan proses budidaya ikan kita dapat mengalami kegagalan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai budidaya ikan dapat dibaca pada link berikutPelajari lebih lanjut 1. Budidaya ikan dari benih hingga siap panen disebut Manfaat budidaya ikan konsumsi air tawar Media yang digunakan untuk budidaya ikan hias jawaban Kelas 8 SMPMapel WirausahaBab Cara budidaya ikan hiasKata Kunci Cara budidaya ikan hias, peluang usaha budidaya ikan
Mesindan peralatan yang digunakan pada CV Massitoh Catering Services terdiri dari mesin-mesin canggih dan peralatan tradisional. Mesin Kontainer harus dicuci bersih dengan sabun dan dibilas dengan air panas. Lauk yang akan dimasak dicuci bersih kemudian direndam dalam larutan bumbu sebelum dimasak. Setelah lauk dimasak, lauk akan
Cara merawat alat gelas laboratorium yaitu dengan menjaga kebersihan peralatan-peralatan di laboratorium. Maka perlu diketahui bagaimana prosedur membersihkan peralatan gelas laboratorium secara umum atau khusus. Dasar Membersihkan Peralatan Gelas Lab Biasanya lebih mudah membersihkan peralatan gelas jika langsung membersihkannya. Penggunaan detergent untuk perlatan gelas lab harus sesuai dengan peruntukannya atau jenis detergent yang berbeda dengan yang digunakan untuk mencuci piring, seperti Liquinox atau alconox. Sering kali, detergent dan air keran tidak diperlukan dalam hal ini, karena biasanya menggunakan suatu larutan pencuci yang khusus untuk membersikan peralatan gelas laboratorium. kemudian dibilas menggunakan air suling bukan air keran diikuti oleh bilasan akhir dengan air deionisasi jika perlukan. Membersihkan Bahan Kimia Lab Umum Larutan yang larut dalam air Untuk larutan yang larut air NaCl/ lar. Sukrosa bilas 3-4 kali menggunakan air deionisasi . Larutan yang tidak larut air Untuk larutan yang tidak larut dalam air misalnya, larutan dalam heksana atau kloroform. Bilas 2-3 kali dengan etanol atau aseton, bilas 3-4 kali dengan air deionisasi, lalu simpan. Asam Kuat Asam kuat misalnya, konsentrat HCl atau H2SO4. Di dalam lemari asam, dengan hati-hati bilas peralatan gelas air keran 3-4 kali dengan air deionisasi. Basa Kuat Untuk basa kuat misalnya, 6 M NaOH atau konsentrat NH4OH. Di dalam lemari asam, dengan hati-hati bilas peralatan gelas dengan air keran berlebih. Bilas 3-4 kali dengan air deionisasi. Asam Lemah Asam lemah misalnya, larutan asam asetat atau pengenceran asam kuat seperti 0,1 M atau 1M HCl atau H2SO4 Cukup bilas 3-4 kali dengan air deionisasi. Basa Lemah Basa lemah misalnya, 0,1 M dan 1M NaOH atau NH4OH. Bilas bersih dengan air keran untuk menghilangkan dasarnya, kemudian bilas 3-4 kali dengan air deionisasi. Mencuci Peralatan Gelas khusus – Peralatan gelas yang digunakan untuk Bahan Kimia Organik Bilas peraltan gelas dengan pelarut yang sesuai. Gunakan air deionisasi untuk isi larutan yang larut dalam air. Gunakan etanol larutan yang larut dalam etanol, dilanjutkan oleh bilasan air deionisasi. Bilas dengan pelarut lain yang diperlukan, diikuti oleh etanol dan air deionisasi. Jika gelas perlu digosok, gosok dengan sikat menggunakan air sabun panas/hangat, bilas dengan air keran, dilanjutkan oleh bilasan dengan air deionisasi. – Buret Cuci dengan air sabun panas, bilas dengan air keran, kemudian bilas 3-4 kali dengan air deionisasi. Pastikan pembilasan harus bersih. Burets harus benar-benar bersih jika akan digunakan untuk praktek analisa kuantitatif. – Pipet dan Labu Ukur Dalam beberapa kasus, kita mungkin perlu untuk merendam peralatan gelas ini dengan air sabun untuk satu malam. Bersihkan pipet dan labu ukur menggunakan air sabun bersuhu hangat. {eralatan gelas ini mungkin perlu digosok dengan kuas. Bilas dengan air keran diikuti oleh 3-4 kali bilasan dengan air deionisasi. Mengeringkan atau Tidak Mengeringkan Peralatan Gelas – Tidak Mengeringkan Tidak disarankan untuk mengeringkan gelas dengan tisu atau dengan tekanan udara seperti dengan hairdryer karena hal ini dapat menimbulkan kotoran yang dapat mencemari larutan. Biasanya kita dapat membiarkan gelas kering dengan sendirinya. – Membilas dengan Pereaksi Jika air bisa mempengaruhi konsentrasi larutan akhir yang akan kita buat nantinya, bisa kita membilas peralatan gelas itu 3 kali dengan larutan tertentu . – Mengeringkan Peralatan gelas Jika peralatan gelas akan digunakan segera setelah dicuci dan harus kering, bilas 2-3 kali dengan aseton. Ini akan menghilangkan air dan akan menguap dengan cepat. Meskipun bukan ide yang bagus untuk meniup udara ke dalam gelas untuk mengeringkannya, kadang-kadang kita dapat menerapkan metode vakum untuk menguapkan pelarut. Sumber
Akantetapi, air dan tanah tidak selalu dapat digunakan karena dapat mengkontaminasi dan menyebabkan kerusakan alat pada industri pangan, sehingga dipergunakan bahan lain. Sisa asam lemak pada peralatan yang dicuci dengan larutan tanah jika dibandingkan dengan kontrol positif adalah 58%. Nilai ini lebih kecil dari sisa asam lemak pada
Oleh Gita Kostania Tabel Jumlah Mikroorganisme yang dapat Dihilangkan pada Setiap Tahapan Proses Eradikasi Keterangan Dekontaminasi Pembilasan Pencucian DTT Sterilisasi Tingkat Eradikasi Mikroorganisme Terutama virus pathogen Hepatitis B dan HIV/AIDS 50% 80% 95% 100% Proses Rendam dalam larutan klorin 0,5% Siram dengan air Pakai sabun larutan antiseptic dan air Rebus/ kukus 20 menit Panas 1700C & panas 1210 C, uap 106 Kpa 60 menit dan 20-30 menit Hasil Inaktivasi dan membunuh virus pathogen dan beberapa mikroorganisme Hilangkan mikroorganisme secara fisik dengan pembersihan Pembersihan Sisa kuman dengan endospora Menghilangkan semua mikroorganisme Dekontaminasi Semua peralatan, termasuk sarung tangan, harus dilakukan dekontaminasi segera setelah digunakan agar aman untuk dikelola dan dicuci. Petunjuk 1. Proses dekontaminasi menggunakan larutan klorin 0,5% 2. Gunakan sarung tangan sarung tangan tebal dari bahan karet atau polivinil untuk mengumpulkan dan memasukkan instrument ke dalam larutan 3. Siapkan wadah khusus dan bahan anti karat plastic, email atau porselen dengan ukuran yang memadai bagi sejumlah peralatan instrument 4. Jumlah cairan harus cukup untuk merendam seluruh instrument 5. Rendam selama 10 menit 6. Gunakan larutan yang baru 7. Ganti larutan bila sudah digunakan berulangkali atau menjadi keruh, kondisi larutan yang baik menjamin daya kerja yang efektif 8. Setelah semua instrument direndam, bersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin tersebut, lepaskan secara terbalik, kemudian rendam dalam larutan yang sama 9. Cuci tangan dengan sabun/larutan antiseptic, bilas dengan air bersih hingg bersih 10. Permukaan yang luas seperti meja periksa atau meja tindakan yang terkena darah atau cairan tubuh pasien harus dilakukan dekontaminasi dengan jalan menyeka permukaan atau benda-benda yang tercemar dengan klorin 0,5%. Petunjuk Pembuatan Larutan Klorin Bagian air H2O = % konsentrat / sediaan – 1 % pengenceran / diinginkan Rumus untuk membuat larutan yang diencerkan dari larutan KONSENTRAT/SEDIAAN Contoh Membuat larutan klorin 0,5% dari klorin 5,25% Hitung Jumlah bagian air = 5,25% – 1 = 10 – 1 = 9 0,5% Ambil 1 bagian larutan sediaan 5,25%, dan tambahkan dengan 9 bagian air Membuat larutan klorin 0,1 % dari konsentrat 5 % Hitung Jumlah bagian air = 5% – 1 = 50 – 1 = 49 0,1% Ambil 1 bagian larutan sediaan 5%, dan tambahkan dengan 49 bagian air Bila digunakan air matang, larutan klorin 0,1 % cukup baik. Bila dilarutkan dalam air bersih tetapi belum matang atau difiltrasi dibutuhkan konsentrasi 0,5%. Hal ini disebabkan sebagian klorin yang ada diinaktivasi oleh mikroorganisme yang terdapat di dalam air mentah. Bubuk g/l = % pengenceran/diinginkan x 1000 % konsentrat/sediaan Rumus untuk membuat larutan yang mengandung klorin dari BUBUK KERING Contoh Membuat larutan yang mengandung klorin 0,5 % dari bubuk kaporit dengan konsentrat 35 % Hitung Bubuk g/l = 0,5 % x 1000 35 % Tambahkan 14,2 g dibulatkan 14 gram dalam 1 liter air Pencucian Petunjuk 1. Pencucian tidak dianjurkan menggunkan air panas karena akan mengkoagulasi protein termasuk darah sehingga menyulitkan pembersihkan. Sabun atau detergen sangat membantu membersihkan bagian-bagian yang mengandung lemak dan protein. Tidak diperkenankan menggunakan sabun tangan karena meninggalkan residu yang sulit dibersihkan. 2. Gunakan sarung tangan tebal/rumah tangga jangan yang mudah robek atau sudah bocor. Dianjurkan menggunakan kaca mata pelindung untuk melindungi mukosa mata dari percikan. 3. Buka semua instrument yang mempunyai engsel dari kunci. Lepaskan bagian yang dapat dilepas atau dibongkar pasang. Bersihkan bagian dalam dan luar dari sarung tangan 4. Masukkan instrument dari wadah dekontaminasi ke dalam wadah yang berisi air dan sabun 5. Bersihkan bagian-bagian instrument yang kotor atau dicemari darah/cairan tubuh 6. Lakukan penyikatan di dalam air rendaman untuk mengurangi percikan bahan-bahan yang terlepas akibat penyikatan atau cairan pencuci 7. Untuk membersihkan darah atau jaringan dari ujung kanula meghisap dan mengeluarkan cairan sabun atau detergen berkali-kali hingga kotoran hilang. Apabila belum bersih, pegang dan masukkan kanula ke dalam air kocok maju mundur kuat-kuat hati-hati jangan sampai terkena percikan. Jangan menggunakan sikat untuk membersihkan kotoran dalam kanula karena akan menggores dinding dalam kanula dan menjadi tempat berlindung mikroorganisme 8. Sikat dan seka hingga jelas tampak bersih 9. Bilas dengan air mengalir agar bersih dari sisa bahan/kotoran dan cairan pencuci/busa sabun, karena beberapa detergen dapat menghambat kerja desinfektan kimiawi 10. Letakkan instrument di atas kain bersih, instrument yang akan diproses lebih lanjut DTT dengan jalan perebusan, dapat langsung dimasukkan ke dalam panic perebus. Desinfeksi Tingkat Tinggi DTT Panas Basah Perebusan atau Pengukusan , petunjuk 1. Proses dilakukan setelah dekontaminasi dan pencucian 2. Gunakan wadah dari bahan logam dan mempunyai penutup 3. Instrument harus terendam seluruhnya di dalam air rebus atau tidak melebihi tingkat wadah pengukusan kukus 4. Usahakan agar jumlah instrument tidak terlalu banyak/penuh agar pengurangan air akibat penguapan, tidak menyebabkan sebagian instrument berada di atas permukaan air atau instrument memukul dinding wadah/membuka tutup pada saat air bergolak rebus 5. Waktu 20 menit dihitung dari saat air mulai mendidih atau terbentuknya uap yang diakibatkan oleh air yang mendidih. Tidak diperkenankan menambah air atau apapun apabila proses perebusan atau pengukusan belum selesai. Ingat uap air panas pada 800 C, membunuh semua bakteri, virus, parasit, dan jamur dalam 20 menit. Kecuali bila ketinggian klinik di atas 5500 meter tidak perlu memperpanjang waktu perebusan 6. Sesudah 20 menit, matikan api/pemutus arus listrik, pindahkan wadah dan atau buka penutupnya, keluarkan instrument pakai penjepit, dinginkan, langsung pakai atau simpan di wadah DTT. Kimiawi, petunjuk 1. Sebelumnya instrument harus sudah melalui proses dekontaminasi dan pencucian 2. Gunakan larutan klorin 0,1 – 0,5 % tergantung air pelarut; Glutaraldehida 2 % atau sesuai dengan petunjuk penggunaan 3. Meskipun alcohol, iodine & iodophor relative murah, tidak diklasifikasikan untuk DTT 4. Larutan klorin sangat efektif melawan virus Hepatitis B dan AIDS, murah dan mudah diperoleh. Klorin sangat berguna untuk dekontaminasi permukaan yang luas meja periksa. Klorin besifat korosif terhadap benda logam, namun instrument tahan karat cukup aman untuk direndam menggunakan wadah plastic 20 menit. Klorin cepat sekali berubah keadaannya sehingga harus dibuat larutan baru atau harus selalu diganti. WHO 1989 menganjurkan proses dekontaminasi dengan klorin 0,5 %, sedangkan DTT klorin 0,1 %, dianggap cukup efektif dan pelarutnya dengan air matang. Glutaraldehida dipakai sebagai sterilisator kimiawi dan DTT. Zat ini kurang iritatifnya dibanding formaldehida. Larutan atau tablet formaldehida untuk proses pencegahan infeksi harus dihindari karena bersifat karsinogen. 5. Sebaiknya digunakan larutan yang baru dicampur atau masa penggunaannya belum kadaluarsa 6. Gunakan wadah yang mempunyai penutup dan terbuat dari bahan non korosif plastic, kaca, email atau alumunium 7. Digunakan untuk instrument yang tidak tahan panas plastic, lensa optic dan karet 8. Instrument harus terendam dengan baik 9. Waktu untuk DTT adalah 20 menit 10. Setelah 20 menit, angkat instrument pakai penjepit, bilas dengan air DTT/steril hingga sisa larutan DTT dapat dihilangkan karena iritatif langsung digunakan atau disimpan di dalam wadah DTT dapat disimpan hingga 1 minggu. Sterilisasi Otoklaf Sterilisasi Uap , petunjuk 1. Instrument harus sudah diproses dekontaminasi dan pencucian sebelum sterilisasi 2. Instrument sudah dibungkus apabila diperlukan dan disusun sedemikian rupa sehingga panas dan uap bertekanan, dapat mencapai semua bagian secara efektif. Periksa persiapan otoklaf listrik, jumlah air, alat penera suhu dan tekanan, kunci penutup 3. Setelah penyusunan selesai, tutup penutupnya dan lakukan penguncian, hidupkan arus listrik atau pemanas, atur suhu hingga 1210 C 2500 F dan tekanan 106 Kpa 4. Setelah kondisi tersebut tercapai, mulai dilakukan penghitungan atau pengaturan waktu 20 menit untuk instrument yang tidak dibungkus dan 30 menit untuk instrument terbungkus 5. Matikan arus listrik atau sumber pemanas, keluarkan sisa tekanan dan uap air, keluarkan instrument yang diinginkan. Diamkan semua alat sampai kering sebelum diangkat. Setelah dingin, instrument siap dipergunakan, apabila tidak langsung dipakai, simpan di tempat/tromol kecil. Oven Sterilisasi Panas Kering , petunjuk 1. Sebelum dilakukan proses ini, instrument sudah melalui proses dekontaminasi dan pencucian 2. Susun sedemikian rupa sehingga paparan panas mencapai seluruh permukaan instrument secara efektif. Jangan mengisi terlalu penuh, karena akan mempengaruhi penyaluran panas dan menambah waktu yang diperlukan 3. Tutup oven, atur temperature pada suhu 1700 C 4. Setelah mencapai temperature tersebut, mulai dilakukan pengaturan atau perhitungan waktu untuk 60 menit ke depan 5. Untuk alat-alat tajam gunting, jarum , sterilisasi dilakukan dengan suhu 1600 C, selama 2 jam tidak lebih dari 162,80 C 3250 F, bila tidak bagian tajam akan rusak 6. Waktu dihitung sejak oven mencapai suhu yang diinginkan 7. Matikan arus listrik atau sumber pemanas setelah proses selesai, buka penutup oven, ambil instrument pakai penjepit , dinginkan, langsung pakai/simpan di tempat steril 8. Alat yang sudah streril sebaiknya segera digunakan atau dibungkus 2 lapis dengan kain kassa, kertas atau lainnya sebelum disterilkan. Pembungkus harus cukup berpori sehingga uap dapat masuk, namun juga cukup rapat untuk melindungi agar partikel debu atau mikroorganisme lainnya tidak dapat masuk. Alat-alat steril yang dibungkus dapat disimpan lebih dari 1 minggu asal tetap kering dan pembungkusnya utuh Perkins, 1983. Penyimpanan dalam plastic yang disegel dapat bertahan 1 bulan. Seluruh bungkusan diberi label dan batas kedaluarsa. Sterilisasi Kimiawi / Sterilisasi Dingin, petunjuk 1. Sebelum proses ini, instrument sudah melalui proses dekontaminasi dan pencucian 2. Gunakan larutan Glutaraldehida Cydex 2 % atau sesuai petunjuk penggunaan 3. Pakai larutan yang baru dicampur atau belum kedaluwarsa 4. Gunakan wadah non korosif dan mempunyai penutup 5. Pastikan instrument terendam secara baik 6. Waktu sterilisasi direndam 8 – 10 jam Glutaraldehida 2 %, 24 jam Formaldehida 8 %. Glutaraldehida membutuhkan tambahan penanganan khusus karena meninggalkan endapan pada alat-alat yang disterilkan, sehingga setelah digunakan harus dibilas bersih. 7. Apabila instrument ini ingin segera dipakai, setelah waktu tersebut tercapai, angkat instrument pakai penjepit, hilangkan sisa larutan tersebut dengan air steril pembilasan den letakkan di tempat steril 8. Instrument dapat tetap disimpan dalam wadah yang berisi larutan tersebut tetapi larutan ini harus diganti setiap 2 minggu. Apabila instrument ingin digunakan, tetap harus dilakukan pembilasan dengan air steril 9. Pembilasan ini sangat penting karena larutan yang digunakan dalam proses ini bersifat iritatif terhadap mukosa dan jaringan tubuh.
Residuorganik mungkin memerlukan perlakuan dengan larutan pembersih asam kromat, dan aparatus untuk analisis kelumit mungkin memerlukan pembilasan dengan asam nitrat 50% panas, diikuti dengan air dan air suling. Peralatan gelas harus dikeringkan dan disimpan dalam kondisi yang tidak memungkinkannya terkontaminasi debu atau zat lainnya. 4.
Siapkanlarutan klorin 0,05 % dalam alat penyemprot. Semprotkan larutan tersebut pada permukaan yang akan di dekontaminasi, biarkan selama 10 menit, kemudian lap dengan lap basah yang bersih berulang kali sehingga larutan klorin terangkat. Setelah dekontaminasi dilakukan pembersihan yang merupakan langkah penting yang harus dilakukan.
Klorhexidinmerupakan derivat bis-biquanite yang efektif dan mempunyai spektrum luas, bekerja cepat dan toksisitasnya rendah. 9 Bahan ini digunakan dalam bentuk yang bervariasi, misalnya klorhexidin asetat atau glukonat yang merupakan antiseptik yang bersifat bakterisidal atau bakteriostatik terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif.
Setelahkering, peralatan dapat segera digunakan atau disimpan dalam wadah disinfeksi tingkat tinggi berpenutup rapat. DTT kateter secara kimiawi: Persiapkan larutan klorin 0,5% (lihat gambar rumus) Pakai sarung tangan lateks atau sarung tangan rumah tangga pada kedua tangan ; Letakkan kateter yang sudah dicuci dan dikeringkan dalam larutan
Pencucianperalatan dapur a. scullery/pot washing Peralatan masak harus didinginkan dulu sebelum dicuci Bersihkan sisa-sisa makanan yang masih melekat, bila perlu direndam dulu Peralatan disikat dengan "steelwool" dan dicuci dengan air panas suhu 60 0 C yang mengandung deterjen Dibilas dengan air panas suhu 800 C Dikering pada rak khusus
Peralatan 4. Peralatan yang digunakan di antaranya selang, seser atau serokan, ember, dan mangkuk. Sebelum disimpan, peralatan-peralata tersebut harus direndam atau dicuci dalam larutan PK atau larutan kaporit. Bibit . 5. Perbedaan Ciri-Ciri Induk Jantan dan Induk Betina. No. Induk Jantan; Induk Betina; 1.
.