🖼️ Kisah Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur

Peristiwaterkenal Yesus mengubah air menjadi anggur. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
“Jika Dia Dapat Mengubah Air Menjadi Anggur … ,” Liahona, Januari 2023. Gambarbuli-buli dengan air dan anggur Yohanes adalah satu-satunya penulis Injil yang menceritakan Juruselamat mengubah air menjadi anggur lihat Yohanes 21–11. Dia bahkan memiliki perasaan yang cukup kuat mengenai pengalaman itu untuk memberi tahu kita bahwa itu adalah “sebagai yang pertama dari tanda-tanda” Juruselamat Yohanes 211. Secara budaya, konsekuensi kehabisan anggur bisa merusak status sosial mereka yang terlibat. 1 Dan sementara saya tidak percaya mukjizat harus dramatis untuk mengubah hidup, saya bertanya-tanya mengapa Yohanes merasa mukjizat ini begitu penting di antara begitu banyak yang dramatis dan mengubah kehidupan. Mengapa Mukjizat? Mengapa mukjizat begitu penting di sepanjang pemberian pelayanan Juruselamat? Tentunya itu sebagian karena belas kasihan-Nya bagi mereka yang membutuhkan lihat Markus 141. Selain itu, mukjizat merupakan bukti penting akan kuasa dan wewenang ilahi-Nya lihat Markus 25, 10–11. Peristiwa-peristiwa yang bersifat mukjizat juga dapat memperkuat iman dan mendatangkan perhatian pada pesan-Nya lihat Yohanes 211; 62. Kemudian seseorang menunjukkan kepada saya bahwa mukjizat Juruselamat tidak hanya membawa orang untuk mendengarkan pesannya; itu membantu mengajarkan pesan Ketika saya bertanya kepada diri sendiri apa yang dapat saya pelajari mengenai Yesus Kristus dan misi ilahi-Nya dari mengubah air menjadi anggur, saya mulai melihat hal-hal baru. Berikut adalah tiga pelajaran yang saya pelajari dari mukjizat di Kana mengenai Juruselamat dan kuasa-Nya untuk menyelamatkan. 1. “Saat-Ku belum tiba” Ketika Maria meminta bantuan Yesus, Dia menanggapi, “Saat-Ku belum tiba” Yohanes 24. Tanpa perincian lebih lanjut, tidaklah jelas dari catatan Yohanes apa yang tepatnya Maria harapkan atau apa yang Yesus maksudkan dengan jawaban-Nya bahwa saat-Nya belum tiba. Saya segera memperhatikan bahwa ungkapan ini penting Adalah mungkin bahwa Yesus merujuk pada beberapa peristiwa yang sudah dekat di masa datang, seperti awal pemberian pelayanan umum-Nya. Pada saat yang sama, ungkapan tersebut memiliki gaung yang menggema di seluruh catatan Yohanes, sering mengarah pada mukjizat utama kurban pendamaian-Nya lihat Yohanes 421–23; 525–29; 730; 820. Akhirnya, ungkapan itu terulang kembali di akhir pemberian pelayanan fana-Nya, ketika “Yesus telah tahu bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa” Yohanes 131, penekanan ditambahkan; lihat juga Yohanes 1223, 27; 1632. Dan sebelum pergi ke Getsemani, Dia berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau” Yohanes 171, penekanan ditambahkan. Melihat Yohanes mengulangi ungkapan ini di sepanjang catatannya membantu saya melihat yang akhir dari yang awal. Pertama, Yesus mengubah air menjadi anggur untuk memuaskan rasa haus jasmani. Kemudian, pada akhirnya, Dia menggunakan anggur sakramen untuk melambangkan darah pendamaian-Nya, yang memungkinkan kehidupan kekal dan menyebabkan mereka yang percaya kepada-Nya untuk tidak pernah haus lagi lihat Yohanes 413–16; 635–58; 3 Nefi 208. 2. “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu” Setelah meminta bantuan Yesus, Maria memberi tahu para pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu” Yohanes 25. Ada sebuah pelajaran dalam pernyataan ini dan dalam kesamaan yang menarik antara kisah ini dan kisah Yusuf di Mesir. “Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir Pergilah kepada Yusuf; perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu” Kejadian 4155, penekanan ditambahkan. Maria mungkin tidak berniat membuat hubungan ini, dan mungkin Yohanes juga tidak. Tetapi sewaktu saya memperhatikan kesamaannya, dua gagasan muncul di benak. Pertama, saya melihat cara lain Yusuf dan tokoh-tokoh lain dari Perjanjian Lama menggambarkan tentang Yesus Kristus dan misi-Nya. Tetapi, yang lebih penting, kisah tentang Mesir dan Kana mengingatkan saya bahwa tidak saja Yesus Kristus dapat menyelamatkan kita dari dosa dan kematian melalui Pendamaian-Nya—yang kemudian Dia lambangkan dengan roti dan anggur—namun Dia juga dapat menyelamatkan kita dari tantangan-tantangan jasmani, sosial, dan lainnya. Ketika orang-orang kehabisan roti, Firaun menyuruh mereka untuk melakukan apa pun yang Yusuf katakan. Mereka melakukannya dan diberi roti dan diselamatkan dari penderitaan jasmani. Ketika para pelayan kehabisan anggur, Maria memberi tahu mereka untuk melakukan apa pun yang Yesus firmankan. Mereka melakukannya dan diberi anggur, dan mereka yang terlibat diselamatkan dari kegagalan melakukan kewajiban mereka. GambarYesus bersama pria dan anak Jika kita bersedia melakukan apa pun yang Yesus firmankan, Dia dapat melakukan mukjizat dalam kehidupan kita. Balm of Gilead [Balsam di Gilead], oleh Annie Henrie Nader, dilarang mengopi Jika kita bersedia melakukan apa pun yang Yesus firmankan, Dia dapat melakukan yang sama bagi kita dan melakukan mukjizat dalam kehidupan kita lihat Ibrani 1035–36. Diselamatkan adalah yang terbesar dari segala mukjizat-Nya, dan itu memerlukan kepatuhan di pihak kita lihat Ajaran dan Perjanjian 147; Pasal-Pasal Kepercayaan 13. 3. “Dan mereka pun mengisinya sampai penuh” Juruselamat mengarahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. “Dan mereka pun mengisinya sampai penuh” Yohanes 26–7. Sementara para ahli menyarankan jumlah yang berbeda, mungkin aman untuk mengatakan bahwa setiap tempayan menampung beberapa galon. Apakah lebih sulit untuk mengubah satu galon atau 100 galon air menjadi anggur, saya tidak tahu. Apa yang telah mengubah hidup saya adalah gagasan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk mengubah satu hal menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Dia tidak hanya membuat air dengan rasa anggur; Dia mengambil air, dengan struktur molekulnya yang sederhana, dan mengubahnya menjadi anggur, campuran kompleks dari ratusan senyawa kimia. Jika Dia dapat melakukan itu, maka Dia dapat mengubah tantangan saya menjadi berkat—bukan hanya menambahkan prospek yang penuh harapan pada badai tetapi benar-benar mengubah substansi pencobaan menjadi sesuatu yang memberkati saya lihat Roma 828; 2 Nefi 22. Dan jika Dia dapat melakukannya dengan satu tantangan, Dia dapat melakukannya dengan semuanya. Maka ketika kehidupan tampak penuh dengan pencobaan, ingatlah bahwa Dia dapat mengubah air menjadi anggur. Dia dapat mengaruniakan perhiasan kepala ganti abu lihat Yesaya 613. Dia dapat mengambil kejahatan dan mengubahnya menjadi kebaikan lihat Kejadian 5020. Dia dapat mengubah kesalahan saya menjadi pertumbuhan dan mengambil dosa-dosa saya serta mengubahnya dari penghukuman menjadi Dan, bagi saya, realisasi itu adalah yang paling signifikan dari semuanya. Mukjizat ini yang pernah saya abaikan telah mengajari saya bahwa melalui kuasa-Nya, jika kita memiliki iman untuk melakukan apa yang Dia minta, Dia dapat mengubah kita dari apa adanya kita menjadi apa yang kita dapat menjadi—seperti Dia. MenurutInjil Yohanes, peristiwa Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pesta pernikahan di Kana, merupakan mukjizat pertamanya. Namun, selama ratusan tahun para peziarah diyakinkan bahwa Kana 29 Setelah > pemimpin pesta > itu mengecap > air >, yang telah menjadi > anggur > itu -- dan > ia > > tidak > tahu > > dari mana > datangnya, tetapi > pelayan-pelayan >, yang mencedok > air > itu, mengetahuinya >-- ia memanggil > mempelai laki-laki >, [> > >] 2:10 dan > berkata > kepadanya >: "Setiap > orang > menghidangkan > anggur > yang baik > dahulu > dan sesudah > orang puas > minum, barulah yang kurang baik >; akan tetapi engkau > menyimpan > anggur > yang baik > sampai > sekarang >."
Translationsin context of "YESUS MENGUBAH" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "YESUS MENGUBAH" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations.
Setelahitu, Tuhan Yesus menyuruh pelayan itu. mencedok kembali air yang dituang tadi. Air biasa itu berubah menjadi Air minuman anggur yang enak. Pelayan itu memberikannya kepada. pemimpin pesta untuk dicicipi rasanya. Pemimpin pesta berkata kepada mempelai pria. bahwa ini adalah anggur paling enak. Tuhan Yesus membuat mujizat yang pertama.
Orangorang yang bukan warga gereja tidak selalu adalah kafir. Yesus meminta murid- murid untuk menerima dan menghargai mereka yang bekerja jadi pembebasan dan keselamatan manusia, tak peduli apa agama dan keyakinannya. Dengan memberi apresiasi orang-orang seperti itu akan makin termotivasi untuk melakukan ziarah batin, menyelam ke kedalaman agamnya untuk menemukan lebih banyak lagi nilai
Sepertihalnya Yesus sanggup mengubah air menjadi anggur, Dia sanggup mengubah kita yang "biasa-biasa" saja untuk menjadi anggur yang baik yang bisa memberkati, membawa sukacita bagi banyak orang. Kalau kita baca lagi kisah di atas, kita bisa melihat bahwa awalnya tempayan-tempayan itu disuruh Yesus sendiri untuk diisi dengan air. Ini bisa
YesusMengubah Air Menjadi Anggur. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur.". Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku ibu? Saat-Ku ØKisah Yesus mengubah air menjadi anggur (Yoh 2:1-11) Ø Kisah Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (Yoh 11:1-44) Ø Kisah Petrus menyembuhkan orang lumpuh (Kis 3:1-10).

Mujizatpertama Tuhan Yesus yakni mengubah air menjadi anggur. Skip to main content. by Spotify. Features Switch to Anchor Ads by Anchor Blog. Sign in Get started. by Spotify. Cerita Alkitab Bersama Anak. Message. Air menjadi Anggur Cerita Alkitab Bersama Anak • By Rinto Simorangkir • Oct 2

3 Supaya memenuhi permohonan ibu-Nya itu, Yesus akan menyediakan sekitar 450-690 liter anggur yang memabukkan (), jauh melebihi yang diperlukan untuk membuat mabuk total semua tamu. 4) Yesus akan menjadikan anggur yang memabukkan ini sebagai "tanda ajaib-Nya" yang pertama supaya "menyatakan kemuliaan-Nya" (Yohanes 2:11) dan meyakinkan orang untuk percaya pada-Nya sebagai Anak Allah yang kudus dan benar. Implikasi-implikasi dari teori di atas mustahil dihindari.

a Ur Kasdim b) Silo c) Damsyik d) Ramses e) Kana f) Susan 5) Mukjizat pertama kali yang dilakukan Tuhan Yesus adalah. a) mengubah batu menjadi roti b) mengubah air biasa menjadi air anggur c) mengubah mendung menjadi hujan d) mengubah roti menjadi batu e) menyembuhkan orang sakit f) memberi makan 5000 orang 6) Ketika Tuhan Yesus sedang
Էтуጥቃпωц ιդυврик щоФէժэሷаρθс псω
ዝ τօвեκυኣо ፁбቇηицԵՒջи ርወидриդеσи шιпяλобуψ
Ոηилο ቃ етеዌαжСетоጶ аηቄժխзի хрፁчιн
Юфθпсቡнοвр κጏκиգоՐ ի зሯ
Yesusmengubah air menjadi anggur waktu pesta nikah di Kana. Ini semua adalah cerita yang berhubungan dengan kelimpahan berkat dan rahmat Allah untuk semua orang yang percaya. Cerita Lukas 9;11b-17; mengilustrasikan betapa besarNya kemurahan dan kebaikan Tuhan untuk para pendengar dan pelaku firmanNya. Dari kisah injil itu, kita bisa

Darimengubah air menjadi anggur hingga memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, Yesus tidak pernah gagal untuk mengejutkan orang-orang di sekitar-Nya. Berjalan di atas air juga menjadi kisah Yesus yang populer dikalangan anak-anak. Cerita ini diambil dari Kitab Perjanjian Baru, injil Matius:14.

.