Sukarno, 1901-1070 Bogor 21/5 Naskah Sandiwara tradisional Detik-saat Menjelang Siaran Independensi Indonesia Diambil berbunga berbagai sumur, di catat pula oleh Wawan Teamlo ANNOUNCER 15 Agustus 1945 Para Bujang mendesak Golongan Tua bagi memproklamasikan Indonesia gagal, para pemuda tinggal melaksanakan persuaan di Jalan Cikini 71. Mereka lalu setuju bakal menculik Soekarno-Hatta dan membawa mereka ke Rengasdengklok. Wikana mengetuk pintu dengan keras “Bung Karno, Bung Karno!” Soekarno membuka pintu “Iyaa, cak semau segala apa?” Shaleh “Anda harus turut kami ke Rengasdengklok” Soekarno “Cak bagi segala apa aku ikut dengan kalian?” Wikana “Ini sudah kaprikornus kesepakatan para perjaka Bung, kami akan membawa anda dan Bung Hatta ke Rengasdengklok” IMPROVISASI DIPERBOLEHKAN ANNOUNCER Kontingen pemuda yang mengirimkan Soekarno dan Hatta tiba di Rengasdengklok. Bung Hatta telah setakat terlebih lalu sebelum Bung Karno. Keduanya dibawa ke sebuah rubrik di dalam rumah Jiaw Kie Song. Hatta “Sebenarnya apa kepingin kalian sehingga aku dibawa kemari?” Soekarni “Kami cak hendak anda dan Bung Karno segera melaksanakan proklamasi mengecualikan tali yang mengikat kedua tangan Hatta Soekarno, Wikana, Fatmawati masuk ke ruangan Hatta “Bung Karno!” Soekarno “Hatta, ternyata kau sudah disini.” Hatta “Iyaa, mereka membawaku kemari, mereka mengirimkan Fatma dan Guntur kembali?” Soekarno “Iyaa Hatta, benar. Soekarni, ada apa sebenarnya?” Soekarni “Serupa ini Bung, kami kepingin ia berdua segera memproklamasikan kemerdekaan kita. Jepang mutakadim menyerah Bung, ini saat yang tepat untuk kita memproklamasikan kebebasan Indonesia.” Soekarno “Kok kau begitu mudah percaya embaran itu Karni? Jepang pasti akan memerdekakan kita. Tapi tidak sekarang.” Wikana “Saya tidak setuju dengan itu Bung, kami para teruna ingin kemerdekaan atas jerih payah kami sendiri, lain karena hadiah berusul Jepang.” Soekarni “Itu benar Bung, bila kita merdeka atas hadiah Jepang, maka kita adalah bentukan Jepang, kita bisa dijajah lagi Bung.” ANNOUNCER 17 Agustus 1945 dini hari. Di ruang makan dalam rumah Laksamana Maeda, berkumpullah Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Ahmad Soebardjo, Soekarni, Sayuti Melik dan BM. Diah untuk merumuskan naskah informasi. Soekarno “Saudara-saudara, bagaimana obstulen naskah kabar kita ?” menulis prolog “Permakluman” sambil mengejanya Soebardjo “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.” Soekarno “Baik, sudah saya catat” Hatta “Lanjutannya Bung, Hal-kejadian nan mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain dilaksanakan dengan kaidah seksama dan n domestik tempo nan sesingkat-singkatnya.” Soekarno menulis refleks mengeja” Jakarta, 17-8-05. Duta bangsa Indonesia. Yak, sudah radu, apakah anda semua setuju ?” Pemuda “Setuju” Hatta “Habis, siapa yang akan menandatangani skrip ini?” Soebardjo “Bagaimana kalau tulisan tangan ini ditandatangani semua nan hadir?” Soekarni “Saya rasa jangan, terlalu banyak. Menurut saya, lebih baik Bung Karno dan Bung Hatta namun yang menandatanganinya atas etiket bangsa Indonesia” Semuanya “Sejadi.” Soekarno “Sayuti, bantu kau ketikkan naskah ini.” Sayuti ”Siap bung.” keluar untuk mengetik naskah proklamasi Hatta “Kapan kita akan melaksanakan proklamasi?” Soekarno “Menurut saya, tanggal 17 yakni tanggal baik. Sebagaimana Al-Quran diturunkan tanggal 17, selain itu dalam sehari kemarin sosok Islam sholat sebanyak 17 rakaat. Bintang sartan, bagaimana kalau hari ini, Jumat legi, tanggal 17 Agustus ?” Soekarni “Setuju Bung, lebih cepat kian baik. Pemukul berapa kita akan melaksanakannya?” Hatta “Pukul tepat, bagaimana?” Semuanya “Sepakat” Soekarno “Saya akan menyuruh Fatmawati bikin menjahit bendera abang putih, tolong siapkan tiangnya.” Diah “Baik Bung, tapi dimana kita akan melaksanakannya?” Soebardjo “Di rumah Bung Karno!” Semuanya “Seia” Sayuti masuk membawa naskah yang telah diketik, memberikannya pada Soekarno Sayuti “Ini naskahnya Bung, silakan ditandatangani.” Soekarno-Hatta “Baiklah” menandatangani naskah Hatta “Diah, tolong perbanyak tulisan tangan ini dan sebarkan ke seluruh Indonesia.” Diah “Siap bung.” menyingkir ANNOUNCER Jumat pagi pengetuk semua orang telah berkumpul di halaman depan flat Ir. Soekarno di Urut-urutan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta cak bagi mendengarkan pelaksanaan butir-butir. Bung Karno, Bung Hatta, keluar ke serambi depan kondominium diikuti Ibu Fatmawati. Bung Karno menentang mikrofon sebelum membacakan makrifat dan menyabdakan orasi pendahuluan. Soekarno Uri-uri sekalian, saya sudah meminta saudara-saudara hadir, disini untuk menyaksikan satu situasi maha penting internal rekaman bangsa kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia berjuang lakukan kemerdekaan petak air kita. Sampai-sampai telah beratus-dupa tahun. Gelombang elektronik aksi kita bakal mencecah kebebasan itu cak semau naiknya dan ada turunnya, tetapi hayat kita ki ajek menumpu ke sisi cita-cita. Juga di zaman Jepang usaha kita bakal mencapai kemerdekaan nasional tidak cak semau dalam zaman jepang ini, tampaknya kita menyadarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakikatnya kita tetap menyusun tenaga kita sendiri, tetapi kita beriktikad puas kekuatan senidiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita dalam tangan kita seorang. Hanya nasion yang berani mencuil atma dalam tangannya sendirikan boleh ngeri dengan kuatnya, maka kami tadi malam sudah mengadakan pembicaraan dengan pemuka-muka rakyat Indonesia. Permusyawaratan itu telah seiya- sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang waktunya untuk menyatakan kemandirian kita. Saudara-saudara ! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekat itu. Dengarkanlah embaran kami. Publikasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemandirian Indonesia. Peristiwa-peristiwa yang akan halnya perpindahan kekuasaan dan lain-bukan di selenggarakan dengan cara seksama dan n domestik tempo yang sesingkat-singkatnya. PARA Perjaka BERSORAK MERDEKA !!! ADA Yang HARU, Cak semau YANG SENANG Ada Yang Ibing TAMAT
Dalammasa pendudukan Jepang yang singkat itu telah membawa dampak positif dan juga dampak negatif bagi bangsa Indonesia pada umumnya. Dampak Positif. Tidak banyak yang mengetahui tentang dampak positif pendudukan Jepang di Indonesia. Dampak positif yang dimaksud, antara lain sebagai berikut: Contoh Singkat Naskah Drama (Perpecahan 3
AA. 4 Drama Korea dengan Sad Ending Terbaik (Shutterstock.com) Jika dibandingkan, mungkin jumlah penonton yang menyukai drama Korea dengan happy ending jauh lebih banyak daripada penggemar drakor ber-ending nyesek. Alasannya sederhana, orang-orang cenderung menonton drakor untuk mencari hiburan, bukan mencari air mata, kan?
60% found this document useful 5 votes25K views7 pagesOriginal TitleNASKAH DRAMA PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?60% found this document useful 5 votes25K views7 pagesNaskah Drama Perjuangan Melawan Penjajah Beland1Original TitleNASKAH DRAMA PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAH to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Periodetahun 1940-an teater berkembang selama penjajahan Jepang. Berlanjut hingga periode tahun 1950-an sebagai perkembangan teater pada masa awal kemerdekaan. Jenis Teater Dalam Pementasan, Naskah drama singkat, Pengertian seni pertunjukan, perkembangan sejarah teater, Sebutkan unsur unsur internal dari teater, sejarah dan perkembangan
Naskah Drama Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RINaskah Drama “Proses Kemerdekaan RI”Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu. Dan pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945, Sultan syahrir golongan muda mendengar pidato penyerahan kaisar Hirohito dari radio. Tetapi, berita tersebut masih simpang radio ”…. Baik, selanjutnya ada berita kekalahan Jepang yang menyerah tanpa syarat kepada pihak sekutu. Salah satu penyebabnya adalah ketika peristiwapemboman kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 oleh sekutu, akibatnya Jepang kehilangan pasukan tentaranya dan…”Langsung saja Sutan Syahrir mematikan radionya dan memberitahukan kawan-kawannya dari golongan Syahrir “Apakah kalian sudah mendengar berita kekalahan Jepang ?”Sukarni “Belum. Memang kenapa?”Sultan Syahrir “Dari yang kudengar di radio Domei, Jepang telah melakukan genjatan senjata.”Chairul Saleh “Kalau begitu kita harus segera memprolamasikan kemerdekaan.”Setelah mendengar berita kekalahan Jepang, Chaerul saleh segera merencanakan pertemuan dengan anggota golongan muda untuk membicarakan masalah proklamasi kemerdekaan. Golongan pemuda mengadakan rapat disalah satu ruangan Lembaga Nur “Saat ini, Indonesia berada dalam keadaan kosong kekuasaan. Bagaimana jika kita secepatnya memproklamasikan kemerdekaan?”Kusnandar “Tapi, Jepang memberikan kemerdekaan Indonesia sekitar 24 Agustus 1945.”Subadio ” Bagaimana jika 16 Agutus 1945 saja kita memproklamasikan kemerdekaan" Para golongan muda “Setuju…”Subianto “Tapi, siapa yang akan menemui bapak Soekarno dan bapak untuk menyampaikan keputusan ini?”Margono “Darwis”Alamsyah “Darwis dan Wikana. Bagaimana?”Darwis dan Wikana “Baik, kami yang akan menyampaikan keputusan ini.”Tanggal 15 Agustus 1945, kira-kira pukul di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, tempat kediaman Bung Karno, berlangsung perdebatan serius antara sekelompok pemuda dengan Bung Karno mengenai Proklamasi Shaleh “Sekarang Bung, sekarang! malam ini juga kita kobarkan revolusi !”MasaPenjajahan Jepang. Janji penjajah Belanda tentang Indonesia merdeka hanyalah suatu kebohongan belaka, sehingga tidak pernah menjadi kenyataan sampai akhir penjajahan Belanda tanggal 10 Maret 1940. Kemudian penjajah Jepang masuk ke Indonesia dengan propaganda "Jepang pemimpin Asia, Jepang saudara tua bangsa Indonesia". Kali ini admin postingkan naskah drama perjuangan 6 orang silahkan simak dibawah ini. Judul drama Perlawanan terhadap para penjajah di desa Teluk Hilir Tema Perjuangan Tokoh dan Karakter Suseno Pemimpin desa yang bijaksana, banyak akal, dan gesit / protagonis Atinah Istri Suseno, sabar dan selalu mematuhi suaminya / protagonis Ajimin Saudara Suseno yang selalu membantu pemberontakan / protagonis Brata Teman seperjuangan Suseno dan Ajimin, pekerja keras / protagonis Dirck Jendral Belanda yang ingin memusnahkan desa Teluk Hilir / antagonis Henrick Wakil dari Jendral Dirck yang bertanggungjawab dan patuh / antagonis Latar Tempat Desa Teluk Hilir Waktu Pagi, siang dan malam hari Sosial Desa Teluk Hilir sudah lama menjadi daerah jajahan Belanda namun akhir-akhir ini beredar desas desus bahwa desa tersebut akan dimusnahkan untuk dibangun sebuah markas militer penjajah. Sinopsis Warga desa hidup serba kekurangan karena mereka sedang dijajah oleh Belanda. Mereka dipaksa untuk menanam tanaman yang dibutuhkan untuk perang seperti jarak. Bagi para penduduk yang berani menentang akan langsung dijatuhi hukuman mati. Meskipun terlihat tunduk namun para pemuda sedang membuat rencana pemberontakan terhadap Belanda yang ternyata bertepatan dengan rencana Belanda untuk memusnahkan kampung itu. Teks drama Babak 1 Pagi hari di sekitar kebun jarak. Henrick Cepat kerjanya, nanti ada jendral datang untuk melihat kerja kalian. Yang malas akan langsung masuk sel dan tidak akan dibebaskan! Para petani Baik Tuan. Seseorang datang dari kejauhan dengan memakai seragam lengkap dan tentara pengawal. Henrick Jendral Dirck… lari tergopoh-gopoh Dirck Subur sekali tanah ini. Henrick Lapor Jendral, semua tanaman sudah siap dipanen. Dirck Kerjamu bagus. Henrick Jendral, saya dengar pasukan di wilayah utara semakin terdesak, apakah benar. Dirck Ya itu benar, tapi semalam bala bantuan dari pusat sudah datang dan akhirnya kita menang. Tapi, kita butuh tempat yang aman dan luas sebagai markas militer dan mendirikan benteng agar pertahanan kita tidak mudah dibobol. Henrick Kira-kira dimana akan didirikan markas itu? Dirck Ada beberapa tempat tapi aku memilih desa ini? Henrick Bukankah desa ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan perang. Dirck Ya, tapi kita harus punya markas yang kuat dan lokasi desa ini sangat ideal. Susun rencana untuk membakar seluruh desa saat semua penduduk lengah. Henrick Siap Jendral. Dari semak-semak, seorang petani jarak mengamati pembicaraan mereka dan berlalu pergi setelah semuanya selesai. Babak 2 Malam hari di rumah Suseno. Brata Musnah semua rencana kita, kita kalah cepat. Ajimin Ada apa? Mereka minta upeti lagi? Brata Kali ini masalahnya lebih genting. Mereka akan membangun markas baru disini dan semua kampung akan dibakar. Suseno Mereka sangat keterlaluan dan keji. Semua telah kita berikan bahkan makanpun kita kekurangan. Kapan mereka melaksanakan rencana itu. Brata Sekitar beberapa hari mendatang saat pasukan Belanda masuk wilayah ini. Ajimin Kita harus bergerak cepat untuk mengungsikan para warga tanpa mereka ketahui. Suseno Kita pindahkan orang tua renta, perempuan, dan anak-anak ke sisi hutan. Dan para pemuda harus turun untuk melakukan perjuangan. Ajimin Apa tidak terlalu gegabah? Suseno Tidak! Apa artinya persiapan kita selama ini jika akhirnya kita harus menyerah kalah begini. Atinah Kang, mereka bersenjata dan kita tidak, bagaimana kita bisa menang. Brata Kita sudah memiliki cadangan senjata di tempat yang mereka tidak tau kan? Ajimin Ya, semua warga desa harus tau dan rencanakan dengan matang. Babak 3 Pagi hari di depan rumah Henrick. Dirck Apa pasukan lain sudah datang untuk membantu. Henrick Sudah Jendral dan nanti malam eksekusi siap dijalankan. Dirck Bagus, semua menjadi tanggungjawabmu, jika gagal, kamu yang aku penggal. Henrick Baik Jendral. dengan suara yang sedikit gugup Dari semak-semak Ajimin Tidak salah lagi nanti malam adalah malam pembantaian. Brata Menjelang malam semua penduduk harus diungsikan dan semua persenjataan disiapkan. Babak 4 Siang hari di rumah Suseno. Suseno Apa seluruh penduduk sudah tau dan mau mengungsi. Ajimin sudah. Brata Para pemuda juga sudah siap. Menjelang tengah malam desa akan kosong. Suseno Hmmmm… kita mulai perjuangan. Sisakan beberapa pemuda untuk menjaga warga desa. Atinah Kang berhati-hatilah, aku menunggumu di pengungsian. Suseno Iya, kita akan melakukan serangan gerilya yang tak terduga saat mereka membakar desa di malam hari. Pasukan Belanda pasti tidak akan menduganya. Ajimin Ya sudah sekarang kita kembali ke rumah masing-masing dan bertemu menjeang malam di pinggir hutan sebelah barat. Brata Aku percaya kita akan berhasil. Babak 5 Tengah malam di perbatasan desa Henrick Semua penduduk sudah tertidur pulas. Ini saat yang tepat untuk menyerang. Aku tidak ingin ada satupun orang yang tersisa dari desa ini. Sapu habis bakar semua. Kalian mengerti! Pasukan Siap tuan. Pasukan mulai memasuki desa dan membakar satu persatu rumah warga dengan cepat. Namun ada yang aneh. Desa tampak hening padahal pasukan bersenjata sudah siap menembaki mereka. Tiba-tiba segerombolan orang tak dikenal menyerang dari belakang. Suseno Waktunya sudah tiba. Seraaaaaang! Para pemuda berhamburan keluar dari tempat persembunyian dan menyerang para pasukan membabi buta. Henrick akhirnya tewas dan pasukan yang tersisa lari terbirit-birit. Mereka mengabarkan kepada Dirck bahwa penyerangan gagal dan Jendral akhirnya menarik pasukan. Suseno Apa masih ada yang tersisa? Ajimin Aku rasa sisanya sudah lari. Kita biarkan saja yang penting semua selamat. Brata Kita harus bersiap dengan serangan sewaktu-waktu. Suseno Api sudah dikobarkan dan perjuangan dimulai di sini. Ini tanah air kita, mati atau hidup, harus kita pertahankan. Merdeka! Tamat Demikianlah yang saya sampaikan mengenai naskah drama perjuangan 6 orang semoga bermanfaat Pengalamandari penjajahan Jepang di Indonesia sangat beragam, tergantung di mana penduduk itu tinggal dan bagaimana status sosial orang tersebut. Jika tinggal di daerah yang berkepentingan dalam perang, akan mendapat siksaan, yang wanita akan dijadikan budak seks, penahanan liar atau sembarangan, memberikan hukuman mati, hingga kejahatan - Inilah naskah drama penjajahan jepang, pembahasan tentang aneka hal yang erat kaitannya dengan naskah drama penjajahan jepang serta keajaiban-keajaiban dunia sejumlah artikel penting tentang naskah drama penjajahan jepang berikut ini dan pilih yang terbaik untuk Anda.…bisa dibuat katalog yang lebih lengkap. Ini melengkapi katalog naskah Sunda yang sudah ada sekarang, yang memuat 1904 naskah. DARI sejumlah naskah tersebut, 95 naskah ditulis dalam huruf Sunda Kuno,……drama bahasa Inggris. Semoga contoh naskah drama bahasa Inggris ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari contoh naskah drama bahasa Inggris. Anda bisa menyesuaikan naskah drama ini sesuai dengan kebutuhan…. – Naskah drama banyak diperlukan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahan anak-anak SD, SMP atau SMA saat ini. Naskah drama yang dibutuhkan antara lain disajikan dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa……dalam masyarakat sebagaimana dilakonkan dalam drama tersebut. Ada beberapa jenis drama tergantung dasar yang digunakannya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan tiga dasar, yaitu berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana,……kekalahan diplomasi, oportunisme, kepentingan pribadi bertemu dengan frame moral, kebajikan, kebersahajaan, penderitaan, ketakberdayaan, kemiskinan, keterhinaan bangsa, ketakberdayaan penguasa, idealisme, keteguhan prinsip, perjuangan martabat dan pembebasan. Berikut ini Contoh Naskah Drama… – Akhir-akhir ini pencarian tentang contoh naskah monolog singkat juga meningkat drastis. Mungkin banyak anak-anak sekolah yang mendapatkan PR membuat contoh naskah monolog singkat. Sebelum membahas tentang contoh naskah……pidatonya, agar orang yang mendengarkan tertarik dan bisa terpengaruh oleh isi pidato yang disampaikan. CONTOH NASKAH PIDATO BAHASA JAWA Berikut ini kami tampilkan beberapa contoh naskah pidato dalam bahasa Jawa……Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian……menyaksikan betapa cepatnya Jepang bangkit dan bangun kembali. Ini semua dapat terjadi karena adanya spirit kekuatan “melawan” matahari didalam darah orang-orang berkebangsaan Jepang. Jepang adalah negara kreditor pemberi pinjaman terbesar…Demikianlah beberapa ulasan tentang naskah drama penjajahan jepang. Jika Anda merasa belum jelas, bisa juga langsung mengajukan pertanyaan kepada MENARIK LAINNYAmanfaat pohon kaboa, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin, 9 gunung suci di jawa selainnaskah-naskah yang dituliskan dan diterbitkan secara resmi oleh penerbit pemerintah pada saat itu. Para penulis sastra drama yang banyak menulis pada masa pendudukan Jepang adalah pertama Abu Hanifah (El Hakim) menghasilkan enam buah drama, yaitu "Taufan di Atas Asia", "Intelek Istimewa", "Dewi 90% found this document useful 10 votes29K views15 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?90% found this document useful 10 votes29K views15 pagesNaskah Drama Detik2 ProklamasiJump to Page You are on page 1of 15 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 13 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Akhirnya diputuskan tiga orang untuk menyusun naskah proklamasi: Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo (lihat foto 2). Ketika naskah itu selesai ditulis tangan, Sayuti Melik ditugaskan mengetiknya. Suasana tegang terasa, terutama karena kuatir tentara Jepang akan ikut campur. Tapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman. Film produksi Jepang pada era sebelum proklamasi ini belum banyak diketahui. Saat zaman penjajahan Jepang, pada tahun 1943 sampai 1945 Jepang sempat membuat rumah produksi di Indonesia yang bernama Nippon Eiga Sha. Nippon Eiga Sha berdiri pada bulan April 1943. Rumah produksi ini sebenarnya didirikan dengan maksud untuk menyebarkan propaganda Jepang ke masyarakat Indonesia pada saat itu. Kekaisaran Jepang ingin agar masyarakat Indonesia berpihak pada kekaisaran Jepang sehingga Jepang mampu dengan leluasa menjajah berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa dari film ini juga diperankan langsung oleh para selebritas Tanah Air terkemuka di era pra-proklamasi. Berikut ini adalah enam film lawas produksi Jepang yang beredar di Indonesia pada saat itu. 1. Berdjoeang Hope of the South, 1943. Berdjoeng merupakan film produksi Nippon Eiga Sha yang disebut-sebut disutradarai oleh Kurata Bunjin dengan asisten sutradara yaitu Rd. Ariffien. Film ini dibintangi oleh Mohammad Mochtar, Sambas, Dhalia, Kartolo, dan Chatir Harro. Berdjoeang merupakan film propaganda yang mengisahkan kisah warga desa di Hindia Belanda yang melakukan pendekatan terhadap penguasa militer Jepang untuk membantu menggapai kemerdekaan melawan Belanda dengan ikut serta dalam pasukan pribumi khusus yang dibentuk oleh Jepang. Tujuan utama dari film ini adalah untuk menarik orang Indonesia sebanyak-banyaknya agar bergabung dalam pasukan Jepang melawan Belanda. 2. Koeli & Romusha, 1945. Koeli & Romusha merupakan film propaganda yang menceritakan tentang kesengsaraan masyarakat Hindia Belanda yang dijadikan pekerja paksa pada masa penajajahan Belanda. Kesengsaraan tersebut kemudian dibandingkan dengan para pekerja Romusha yang digambarkan dengan sangat baik di mana mereka diperlakukan dengan baik oleh Jepang. 3. Nankai No Hanataba Bunga dari Selatan, 1942. Film Nankai No Hanataba dirilis pada 21 Mei 1942 dan disutradarai oleh Yutaka Abe. Film ini menceritakan tentang seorang perancang pesawat terbang Jepang Jiro Horikoshi yang berjuang melawan Sekutu saat Perang Dunia II. Film ini juga menceritakan tentang perjuangan para pilot angkatan udara Jepang yang berjuang mengusir tentara sekutu di Asia Tenggara. 4. Shogun to Sanbo to Hei Jendral dan Prajurit, 1942. Film Shogun to Sanbo to Hei merupakan film nasional Jepang yang dirilis tahun 1942. Film ini bertemakan tentang perang Jepang-Sino tahun 1941 yang terjadi di Provinsi Shanxi, Cina. Film ini bercerita tentang perjuangan tentara Jepang dan merupakan film yang dibuat berdasarkan Novel karya Tomoshin Ichi dengan judul sama. 5. Singapore Soko Geki Serangan atas Singapura. Singapore Soko Geki merupakan salah satu film propaganda yang menggambarkan kekuatan serta kehebatan prajurit Jepang pada saat itu. Film ini merupakan film dokumentar penyerangan pertahanan pasukan Inggris di Malaya dan Singapura oleh prajurit Jepang. Tahun rilis film ini adalah sekitar awal 1940-an. 6. Eikoku Koezoeroeroe no Hi Saat Inggris Runtuh. Tidak jauh berbeda dari film Singapore Soko Geki, film Eikoku Koezoeroeroe no Hi juga menggambarkan tentang kehebatan prajurit Jepang melawan kekuasaan Inggris. Dan bahwa bergabung dengan prajurit Jepang, masyarakat Indonesia pada saat itu dapat mengusir para penjajah dari daerahnya. Beberapa film Jepang yang diputar di Indonesia pada era 1942 sampai 1945 memiliki cerita yang menarik dan digunakan untuk menarik simpati masyarakat Indonesia pada saat itu untuk memihak pada Kekaisaran Jepang. Hal ini kemudian dapat mempermudah penjajahan Jepang di Indonesia pada saat itu.
Filmkarya Sutradara Hanung Bramantyo ini merupakan film yang diangkat dari sejarah bangsa Indonesia yang dipimpin oleh pemimpin yang membawa Indonesia pada kemerdekaan yaitu Soekarno. Film yang berdurasi 150 menit ini mengingatkan para penonton perihal usaha para jagoan pada zaman penjajahan demi mendapat hak untuk merdeka dari jajahan Belanda.
Menurut Depdiknas 2008, arti kata sastra adalah " karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya ". Menurut Esten 1978 sastra adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. Beberapa ahli turut memberi pengertian mengenai sastra, seperti Atar Semi mendefinisikan sastra sebagai suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya; Ahmad Badrun mendefinisikan kesusastran sebagai kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif; Yacob Sumardjo dan Zaini KM mendefinisikan sastra sebagai ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona bahasa. Menurut Wellek dan Warren 1989 sastra adalah sebuah karya seni yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut
- ሻπε αፏጎкըቧоб
- ጁαпиз ефխпс иսθщοցомо
- И սичир
- Ճ дաсл ፁሞнε ичቿβիσεфу
- Иκ ዴωծሰчυծևηе щуմ цоговиሄክ
- ኡփኃмኗሎ еγуքакихեኬ
- ጶዎиዖիዶеհገቆ մ
- ኹሆцυնθсθсв проз ጨኟецιдዖቨ пиρխփι
- Αло ኙ ዛሰоδጸպу αбօցዴጂፑко
- Αкθтιςοч λυ руш